![]() |
| Paripurna DPRD Kolaka Timur. Foto (istimewa) |
Koltim, Koltimnews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Timur menggelar rapat paripurna peringatan hari jadi Kabupaten Kolaka Timur yang ke-13 Tahun, Jumat (09/01/26)
Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kolaka Timur Hj. Jumhani, S.Pd. Selain itu, hadir pula Plt. Bupati Kolaka Timur serta para Forkopimda lingkup Pemerintah Daerah Kolaka Timur
Dalam sambutannya, Yosep Sahaka menyampaikan bahwa tidak terasa usia Kolaka Timur sudah menginjak 13 Tahun
"Kolaka Timur hari ini sudah berusia 13 tahun, mungkin bukan waktu yang lama, namun perjuangan kita hingga saat ini sangat luar biasa," Ujarnya
Dirinya juga mengingatkan bahwa Kolaka Timur mekar karena jasa para tokoh pemekaran
"Kita tidak bisa melupakan jasa para tokoh pemekaran, karena berkat merekalah Kolaka Timur bisa mekar dan bisa kita rasakan sampai hari ini," Jelasnya
Dimomentum ini pula, Yosep Sahaka menegaskan bahwa tugas dan tanggungjawab membangun daerah adalah kita semua
"Membangun daerah bukan hanya tanggungjawab saya, melainkan tanggungjawab kita semua, mari kita gotong royong saling membantu agar Kolaka Timur semakin maju, mandiri dan berkembang," Jelasnya
Salah satu tokoh pemekaran Kolaka Timur Mustakim Darwis mengatakan agar Tokoh pemekaran harus selalu dihargai keberadaan nya
"Kita harus saling menghargai, apalagi tokoh pemekaran adalah ujung tombak terbentuknya Kabupaten Kolaka Timur, tanpa mereka Kolaka Timur tidak ada sampai hari ini," Pungkasnya
Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) di Sulawesi Tenggara resmi dibentuk pada 15 Mei 2013 melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2013, hasil pemekaran dari Kabupaten Kolaka. Beribu kota di Tirawuta, wilayah ini didirikan berdasarkan inisiatif tokoh masyarakat sejak 2004 untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang kaya potensi pertanian, terutama kakao dan padi.
Berikut adalah poin-poin penting sejarah Kolaka Timur:
Zaman Kuno & Kolonial: Wilayah Kolaka Timur awalnya merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Mekongga yang mulai dihuni secara berkelompok pada abad ke-XV hingga XVI. Pada masa Hindia Belanda, wilayah ini masuk dalam swapraja Luwu.
Perjuangan Pembentukan (DOB): Gagasan pembentukan kabupaten mandiri dimulai akhir Januari 2004 oleh para tokoh masyarakat. Setelah melalui proses panjang, forum percepatan (FPPKKT) berhasil menggerakkan aspirasi, meskipun sempat terkendala biaya dan kurang dukungan daerah induk.
Pengesahan: Kolaka Timur resmi disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 14 Desember 2012 dan disahkan melalui UU No. 8 Tahun 2013 pada 15 Mei 2013.
Geografis & Potensi: Kolaka Timur merupakan daerah landlocked (terkurung daratan) di Sulawesi Tenggara yang berbatasan dengan Kolaka, Konawe Selatan, Bombana, dan Kolaka Utara. Wilayah ini terkenal sebagai penghasil kakao terbesar di Indonesia.
Situs Sejarah: Terdapat Tugu Opade (Tugu Perjuangan) di Kecamatan Tirawuta yang didirikan untuk mengenang perlawanan masyarakat setempat terhadap tentara NICA pada tahun 1946.
Kabupaten Kolaka Timur juga dikenal sebagai lumbung pertanian. Daerah yang kaya akan sumber daya alam ini harus juga di topang dengan sumber daya manusia yang memadai. Di momentum HUT Kolaka Timur ini diharapkan adanya peningkatan sumber daya manusia disemua sektor usia
