
Rapat persiapan Diksar Ormas Anandolaki Wonua Sorume. Foto (istimewa)
KOLTIM, KOLTIMNEWS.COM – Organisasi masyarakat adat Anandolaki Wonua Sorume mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pendidikan Dasar (Diksar) pertama yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Desa Nelombu, Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara mendatang.
Persiapan tersebut dibahas dalam pertemuan internal organisasi yang menjadi bagian dari upaya menyusun pelaksanaan pendidikan dasar secara terarah, sekaligus memperkuat pemahaman calon anggota mengenai nilai-nilai organisasi, adat istiadat, dan kebudayaan daerah.
Ketua Anandolaki Wonua Sorume, Ricky Ramdani, mengatakan bahwa pendidikan dasar perdana tersebut akan lebih mengutamakan pemberian materi dan pembentukan wawasan dibandingkan dengan kegiatan yang berorientasi pada ketahanan fisik.
Menurut dia, pendidikan dasar menjadi tahapan penting untuk memperkenalkan calon anggota terhadap prinsip organisasi, tata kelola kelembagaan, serta tanggung jawab yang harus dijalankan setiap anggota dalam kehidupan berorganisasi.
“Pendidikan dasar ini nantinya lebih memprioritaskan materi dibandingkan dengan kegiatan fisik. Kami ingin calon anggota terlebih dahulu memahami bagaimana berorganisasi dengan baik, sehat, dan bertanggung jawab,” kata Ricky.
Ia menjelaskan, pemahaman mengenai organisasi yang sehat diperlukan agar setiap anggota dapat menjalankan peran sesuai dengan tujuan dan aturan yang telah disepakati bersama.
Dengan demikian, keberadaan organisasi tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang untuk belajar, membangun solidaritas, serta mengembangkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Selain materi keorganisasian, calon anggota juga akan mendapatkan pembekalan mengenai adat istiadat dan kebudayaan.
Materi tersebut dinilai penting sebagai landasan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap identitas budaya serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat adat.
Pembekalan adat dan budaya diharapkan dapat memperluas pemahaman calon anggota mengenai pentingnya menjaga tradisi, menghormati nilai-nilai kearifan lokal, serta meneruskan pengetahuan budaya kepada generasi berikutnya.
Ricky menegaskan bahwa pendidikan dasar tidak semata-mata menjadi proses penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi sarana membangun kesamaan pemahaman mengenai arah perjuangan dan tanggung jawab organisasi.
Melalui proses tersebut, calon anggota diharapkan mampu memahami bahwa keanggotaan dalam organisasi masyarakat adat harus diikuti dengan sikap disiplin, rasa persaudaraan, penghormatan terhadap sesama, dan komitmen untuk menjaga nama baik organisasi.
Ia juga menilai, pembentukan karakter anggota perlu dilakukan melalui pendidikan yang memberikan ruang bagi pemahaman, diskusi, dan pengenalan terhadap nilai-nilai organisasi.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu calon anggota memahami tujuan setiap kegiatan serta menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Pertemuan internal di Markas Komando Anandolaki Wonua Sorume yang digelar menjelang pelaksanaan Diksar juga menjadi kesempatan bagi pengurus untuk menyelaraskan persiapan kegiatan.
Perencanaan yang matang diperlukan agar pendidikan dasar perdana itu dapat berlangsung sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan organisasi.
Penentuan Desa Nelombu, Kecamatan Mowewe, sebagai lokasi kegiatan menempatkan wilayah tersebut sebagai tempat pelaksanaan agenda awal pendidikan anggota Anandolaki Wonua Sorume. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses penguatan internal organisasi di Kabupaten Kolaka Timur.
Karena itu, materi mengenai adat dan budaya menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam rencana pendidikan dasar Anandolaki Wonua Sorume.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas organisasi dan pembentukan karakter calon anggota.
Pelaksanaan Diksar pertama ini juga menjadi momentum bagi Anandolaki Wonua Sorume untuk membangun fondasi keanggotaan yang berorientasi pada pengetahuan, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial. Fondasi tersebut penting untuk mendukung keberlangsungan organisasi dalam menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai yang dianut.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, Anandolaki Wonua Sorume berharap pendidikan dasar perdana pada 24 Oktober 2026 dapat menjadi langkah awal dalam membentuk anggota yang memahami organisasi, menghargai adat dan budaya, serta mampu berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Organisasi tersebut selanjutnya akan mematangkan berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan agar pendidikan dasar dapat berjalan secara tertib dan sesuai dengan rencana yang telah disusun.