
Foto (istimewa)
Kolaka Timur — Koltimnews.com - 2 Desember 2025. Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi Lokus Uluiwoi Output 2 memaparkan Laporan Akhir serta Hasil Riset Lapangan dalam kegiatan “Pemaparan Laporan Akhir serta FGD Hasil Riset Lapangan: Desain Pengembangan Komoditas Unggulan”.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Kolaka Timur, Kepala Dinas Transmigrasi, serta perwakilan dinas pemerintahan daerah yang turut memberikan beragam masukan strategis terkait arah pengembangan kawasan transmigrasi.
Dalam sambutannya, Bupati Kolaka Timur menyampaikan apresiasi atas kajian komprehensif yang berlangsung selama empat bulan tersebut. Beliau menegaskan bahwa laporan ini memiliki nilai strategis bagi pemerintah daerah.
"Laporan ini harus menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan ke depan,” ujarnya
Pemaparan hasil riset menunjukkan bahwa nilam tetap menjadi komoditas dominan dan penggerak ekonomi utama masyarakat transmigran. Kadar patchouli alcohol minyak nilam dari Ueesi bahkan mencapai 32 persen, angka yang menunjukkan kualitas tinggi dan berpotensi memasuki pasar ekspor.
Namun demikian, tim juga menemukan berbagai kendala lapangan seperti infrastruktur jalan yang terbatas, fasilitas penyulingan yang masih minim, proses pascapanen yang belum standar, hingga ketergantungan petani terhadap pengepul.
Masukan dari dinas-dinas terkait menguatkan temuan tersebut dan menyoroti pentingnya penguatan sektor pendukung agar pengembangan komoditas unggulan berjalan efektif. Beberapa perwakilan pemerintah menyampaikan kekhawatiran bahwa Ueesi dan Uluiwoi saat ini masih termasuk wilayah rawan pangan, sehingga pengembangan komoditas perlu dibarengi dengan kebijakan stabilisasi pangan
Mereka menegaskan bahwa hasil riset ini diharapkan dapat menjadi rujukan kebijakan, terutama karena Kolaka Timur merupakan wilayah yang memiliki karakter agroindustri yang kuat.
Dari sisi infrastruktur dan konektivitas, jajaran pemerintah daerah menjelaskan bahwa sejak 2021 sebagian besar desa telah mendapatkan akses internet melalui program BAKTI AKSI. Namun pembangunan menara telekomunikasi baru masih terkendala pertimbangan bisnis dari provider, sehingga akses sinyal belum stabil. Selain itu, kondisi jalan produksi yang rusak dan minimnya jembatan di beberapa titik membuat pemasaran hasil pertanian menjadi sulit dan meningkatkan biaya logistik.
Hal ini juga berdampak pada tidak optimalnya program pencetakan sawah yang pernah direncanakan sebelumnya.Terkait kesesuaian lahan, beberapa pejabat dinas mengungkapkan bahwa kawasan Tongauna memiliki karakter tanah kapur yang kurang cocok untuk sebagian komoditas pangan. Oleh karena itu, wilayah tersebut dinilai lebih potensial untuk pengembangan bawang merah dibandingkan komoditas sebelumnya.
Di sisi lain, pergeseran besar-besaran dari kakao ke nilam di wilayah Uluiwoi dan Ueesi juga mendapat perhatian pemerintah, terutama karena petani masih banyak yang bertani secara tradisional dan belum terorganisir dalam kelompok tani yang kuat.Pandangan tersebut diperkuat oleh peserta FGD yang menekankan perlunya pemetaan komoditas yang lebih detail dan penentuan komoditas unggulan berdasarkan karakteristik tiap desa.
Salah satu peserta menyoroti bahwa jika petani fokus pada nilam, maka perlu ada solusi pemanfaatan lahan dan strategi pendukung yang lebih jelas. Ia juga mengusulkan pentingnya pembukaan akses jalan baru yang menghubungkan Kolaka Utara dan Kolaka Timur melalui Puurau untuk membuka keterisolasian kawasan transmigrasi.
Menanggapi seluruh masukan tersebut, tim riset menjelaskan bahwa hasil FGD dan survei lapangan mengonfirmasi bahwa masyarakat sendiri melihat nilam sebagai komoditas unggulan yang paling potensial.
Perwakilan tim, Dr. Endah Wulandari, menyampaikan bahwa Masyarakat menyatakan bahwa nilam adalah komoditas unggulan utama. Nilai ekonominya paling kuat dan berpotensi menjadi basis industri, termasuk kemungkinan pembentukan miniindustry penyulingan di masa depan.
Ia menambahkan bahwa meskipun nilam bukan komoditas pangan, perputaran modalnya cukup cepat sehingga mampu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok.Menutup kegiatan, Tim Ekspedisi Patriot memastikan bahwa seluruh masukan dari Bupati, perwakilan dinas, dan peserta forum akan diintegrasikan dalam dokumen final “Desain Pengembangan Komoditas Unggulan Kawasan Transmigrasi Uluiwoi”. Laporan tersebut diharapkan menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah untuk membangun kawasan yang lebih produktif, maju, dan berkelanjutan berbasis potensi lokal.