Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gandeng UHO, BAPPEDA Koltim Gelar Seminar Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Jumat, 12 Juli 2024 | Juli 12, 2024 WIB Last Updated 2024-08-06T03:38:50Z

Seminar kemiskinan ekstrem Bappeda Koltim. Foto (Istimewa) 

Koltim, Koltimnews.com -
BAPPEDA-LITBANG Kabupaten Kolaka Timur menggelar Seminar Pendahuluan Dokumen Rencana Aksi Data Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, Jumat (12/7/24)


Berdasarkan arahan Presiden dalam Rapat Terbatas tanggal 4 Maret 2020 tentang Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan serta Rapat Terbatas tanggal 21 Juni 2021 tentang Strategi Penanggulangan Kemiskinan Kronis, agar pengentasan kemiskinan dilakukan secara terkonsolidasi, terintegrasi dan tepat sasaran melalui kolaborasi intervensi, sehingga kemiskinan ekstrem dapat mencapai tingkat not persen pada 2024.


Menindaklanjuti arahan tersebut, upaya penanggulangan kemiskinan ektrem dilaksanakan melalui upaya khusus berupa multiple interventions. Upaya tersebut dilakukan dengan dua pendekatan utama yaitu: pertama, mengurangi beban pengeluaran kelompok miskin dan rentan melalui berbagai program perlindungan sosial dan subsidi. Kedua, melakukan pemberdayaan dalam rangka meningkatkan produktivitas kelompok miskin dan rentan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi atau pendapatan. Upaya percepatan dilakukan di wilayah yang memiliki kantong-kantong kemiskinan, mengingat kemiskinan ekstrem banyak terdapat di wilayah tersebut.


Di tingkat daerah, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) memiliki peran yang sangat strategis sesuai dengan kewenangannya dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2020 dalam melakukan koordinasi perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan.


Sebagai kelanjutan dari implementasi Tahap 1, dilakukan perluasan wilayah Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem tahun 2022 dengan melibatkan 25 provinsi dan 212 kabupaten/kota. Dalam rangka memperkuat koordinasi dan konsolidasi program/kegiatan dan anggaran Pemerintah Pusat dan Daerah terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem, maka perlu diselenggarakan kegiatan asistensi kepada TKPK daerah di 25 provinsi dan 212 kabupaten/kota. Untuk memudahkan proses asistensi tersebut, TKPK Daerah dapat mengakses modul pembelajaran terkait strategi dan upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem


BAPPEDA Koltim dalam Seminar kali ini menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Universitas Haluoleo (UHO) Kendari


Hal tersebut dibenarkan Kepala Bappeda Koltim Dr. Mustakim Darwis, SP., M. Si. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem di Koltim


"Kegiatan ini untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem di Kolaka Timur, karena target kami itu 0℅," Jelasnya


Dirinya juga menjelaskan bahwa kegiatan ini di dukung oleh berbagai pihak


"Alhamdulillah kami di dukung dinas PMD, Sosial, Dukcapil, Diknas, dan Kominfo," Pungkasnya


Mustakim mengatakan , ada 4 strategi untuk melakukan skema skema percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Sumedang melalui intervensi APBD 2024. "Pertama, menurunkan beban pengeluaran diantaranya melalui program-program perlindungan sosial seperti JKN APBD, rantang simpati, PKH, sembako, rutilahu, air bersih," katanya.


Kedua, sambung Mustakim, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui program-program pemberdayaan masyarakat dan UMKM seperti pemberian sarpras UMKM, kelompok usaha bersama, Usaha Peningkatan Pendapatan Akseptor (UPPKA), bantuan ternak dan ikan, pelatihan kewirausahaan.


Ketiga, meminimalkan wilayah kantong kemiskinan melaui peningkatkan akses layanan dasar dan konektifitas antar wilayah seperti pembangunan sekolah, puskesmas/pustu, jalan.


Kempat adalah, membangun karakter/mengubah mindset melalui character building seperti sekoper cinta, peningkatan kapasitas para pendamping program. 

×
Berita Terbaru Update